Minggu, 15 Juni 2014

Kau yang Begitu

Aku menyukaimu karna kau terlihat natural dan terlalu apa adanya. Aku melihatmu dari sikap dan keseharianmu di Sekolah. Selalu dan terlalu pendiam dan kadang terlihat begitu konyol.

Aku menyukaimu karna kau yang terlihat mempesona. Mempesona dalam arti kata begitu karismatik. Kau memang tak tampan apalagi rupawan. Tapi dengan sikap dan keseharianmu itu. Kau dapat membuatku gembira sekaligus geli melihatnya. Aku tahu pasti. Sikap dan keseharianmu yang begitu memang bukan ditunjukkan untukku walau GR itu kadang terasa.

Aku tipe orang yang tidak macam macam.

Sebelumnya. Aku terlalu setia menjadi pendengar keluh kesah seseorang soal cinta. Namun. Sekarang giliran aku yang mulai membuka. Tapi kau dengan seenaknya menutup kembali rapat rapat perasaan ini.

Kau dimataku begitu jauh berubah. Sikap gila mu memang masih ada. Tapi ada satu sikapmu yang bertambah dan itu berhasil membuatku risih melihatnya yakni centil. Apalagi kau begitu pada wanita. Teman sekelas lagi. Padasal aku tahu betul. Kau tahu kalau aku suka padamu.

Entah sengaja agar aku tahu atau tidak. Hampir setiap hari aku mendengar dan melihat kelakuanmu yang seperti itu. Panas dan gerah memang. Apalagi ditambah teriakan riuh dan siul siulan teman sekelas ketika kau mulai menggodanya. Cemburu. Mungkin iya mungkin tidak. Dulu aku menyukaimu. Karena kau yang tak seperti laki laki lain. Bersikap centil dan tak menggoda wanita seperti itu. Tapi. Aku rasa tak apalah. Kau laki laki. Itu wajar.

Perlahan lahan rasa ini menghilang. Kau sekarang berani bercanda bersenda gurau dan bermain bersama teman temanku. Dan tak lagi centil terhadap wanita. Tapi ada yang mengganjal. Kau berani begitu ke orang lain. Bercanda dan mengobrol. Tapi mengapa tidak kepadaku ? Kau tak pernah begitu. Sama sekali tidak.

Sekali saja. Sebut namaku. Panggil namaku. Jangan bilang kau malu ? Kau risih terhadap ku ? Atau kau malah tak tahu sama sekali namaku ? Begitu ?

Diantara begitu banyak spekulasi. Yang mana benar ?

Aku. Aku terlalu capek. Karena hanya perasaanku saja yang menjadi korban. Cukup sudah. Dan ku akhiri sampai disini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setelah membaca postingan ini silahkan tinggalkan komentar supaya saya bisa lebih baik untuk kedepannya :) Terimakasih ~ jangan ngomong kotor ya..